Es gabus tempo dulu. Sedia Hidangan Masakan Betawi Tempo Dulu, Gabus Pucung, Gabus Pecak Es kue atau bisa juga disebut es gabus ini merupakan salah satu jenis makanan tempo dulu yang sudah jarang ditemukan. Es berbahan dasar hungkue, santan, gula, dan sedikit garam ini memiliki tekstur seperti gabus ketika digigit. Es ini biasanya memiliki bentuk yang agak tipis dan beragam.
Resep Es Gabus - Pernah membuat es gabus atau pernah memakannya sewaktu zaman SD dahulu?
Umumnya es gabus terbuat dari bubur atau kue yang berbahan dasar tepung hunkwee.
Kue ini kemudian dibekukan untuk membuat tekstur es yang lembut.
Anda dapat membuat Es gabus tempo dulu menggunakan 4 bahan dan 4 step by step. Inilah cara membuat Es gabus tempo dulu yang benar.
Bahan-bahan Es gabus tempo dulu
- Anda Membutuhkan 1 bungkus untuk tepung hunkwe.
- Siapkan 1 liter untuk santan/susu uht (saya pakai santan krna gak terlalu suka amis susu).
- Anda perlu 5 sdm untuk gula (boleh ditambah jika suka manis).
- Anda perlu untuk Pewarna makanan (aku gak pakai soalnya tepungku sdah berwarna).
Ikan gabus adalah ikan air tawar yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Tidak heran jika ikan gabus dipercaya memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Sebelum mengenal berbagai macam manfaat ikan gabus, Anda perlu mengetahui lebih dulu kandungan dari ikan gabus itu sendiri. Ternyata bentuk gerbangnya tidak berubah sampai sekarang.
Step by step Es gabus tempo dulu
- Campurkan semua bahan-bahan,pastikan sudah tidak ada tepung yg menggumpal.
- Masak dengan api kecil ya dear, aduk terus biar gak gosong dibagian bawahnya. Masak hingga mengental dan ada letupan dari adonannya.
- Tuang pada cetakan,tunggu hingga uapnya hilang lalu masukkan kedalam kulkas kurang lebih 2-3 jam. Setelah itu baru potong-potong kasih plastik taruh difrezzer..
- Setelah semalam jadi deh es gabusnya🤓.
Semangat saya mengenal Jepara tempo dulu lebih terpompa. Apalagi ketika saya tersesat di situs Magelang Tempoe Doeloe yang mengabarkan gaya hidup masa pra kemerdekaan. Bertelanjang dada bagi wanita Bali zaman dulu sebagai sebuah ekspresi kejujuran. Ia menjelaskan, dengan bertelanjang dada tersebut, wanita dapat menjaga apa yang mereka miliki. "Barang siapa yang bisa menjaga barang paling terlarang tetapi mahal. Es lilin ini dahulu banyak kita temukan di sekitar lingkungan sekolah, yakni dijual dengan gerobak.